Penyerang Pelita Bandung Raya (PBR) asal Mali, Sekou Camara menghembuskan nafas terakhirnya setelah dinyatakan tim dokter terserang jantung saat menjalani sesi latihan
Liputan6.com,
Bandung : Penyerang Pelita Bandung Raya (PBR) asal Mali, Sekou Camara
menghembuskan nafas terakhirnya setelah dinyatakan tim dokter terserang
jantung saat menjalani sesi latihan bersama PBR di Stadion Siliwangi,
Bandung, Sabtu malam (27/7/13).
Chief Executive Officer PT Kreasi Performa Pasundan yang mengelola PBR,
Marco Gracia Paolo mengatakan meninggalnya Camara terjadi secara
tiba-tiba. Saat kejadian pemain bernomor punggung 9 itu tengah menjalani
latihan bersama Tema Mursadat dan kawan-kawan.
"Latihan masih
dalam sesi game sekitar jam 11 malam kurang. Saat membenarkan tali
sepatu dia sempat terjatuh. Karena melihat itu, kita pun secepatnya
membawa ke rumah sakit terdekat," ujar Marco, Minggu dinihari (28/7/13).
Pemain asal Mali tersebut menutup usia di Rumah Sakit Halmahera tepat
pukul 23.48 WIB. Setelah sebelumnya dilarikan ke rumah sakit untuk
mendapat pemeriksaan secara intensif. "Baru dinyatakan meninggal sekitar
pukul 23.48 WIB, selang beberapa menit setelah kejadian," paparnya.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah mantan striker Persiwa Wamena itu
masih berada di rumah sakit Halmahera sembari menunggu konfirmasi dari
pihak keluarga. "Belum tahu nanti dibawa kemana, tapi kita masih
koordinasi dengan pihak agen bagaimana baiknya," terangnya.
"Kita pun lewat agennya sudah melakukan koordinasi agar bisa menghubungi
keluarganya. Kita tunggu saja apakah nanti keluarganya akan datang ke
sini (Bandung) atau bagaimana. Dan apakah nanti juga jenazah akan
divisum kita ikuti saja keinginan keluarganya nanti," tambahnya.
Pemain bernama lengkap, Abdoulaye Sekou Camara ini memperkuat PBR sejak
putaran dua Indonesia Super League (ISL) musim ini. Sebelumnya Camara
berkostum Persiwa pada putaran pertama.